BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Bidang Bimbingan Belajar
Pengembangan kemampuan belajar,
yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan
kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan
belajar secara mandiri.
B. Aspek-aspek
Bimbingan Belajar
Beberapa aspek masalah belajar yang memerlukan layanan bimbingan belajar
atau bimbingan akademik (academic
guidance) adalah : (a) kemampuan belajar yang rendah. (b) motivasi belajar
yang rendah, (c) minat belajar yang rendah, (d) tidak berbakat pada mata
pelajaran tertentu, (e) kesulitan berkonsentrasi dalam belajar, (f) sikap
belajar yang tidak belajar, (g) perilaku mal adaptif dalam belajar seperti
mengganggu teman ketika belajar, (h) prestasi belajar yang rendah, (i)
penyaluran kelompok belajar dan kegiatan belajar siswa lainnya, (j) pemilihan
dan penyaluran jurusan, (k) pemilihan pendidikan lanjutan, (l) gagal tujuan,
(m) tidak naik kelas, (n) tidak lulus ujian, ddan lain sebagainya.
Menurut Surya (1988) beberapa aspek masalah individu (siswa) yang
memerlukan layanan bimbingan belajar (bimbingan pendidikan) adalah : (a)
pengenalan kurikulum, (b) pemilihan jurusan, (c) cara belajar yang tepat, (d)
perencanaan pendidikan, dan lain sebagainya.
C. Makna
Bimbingan Belajar
Bimbingan belajar atau bimbingan akademik adalah suatu bantuan dari
pembimbing kepada individu (siswa) dalam hal menemukan cara belajar yang tepat,
dalam memilih program studi yang sesuai, dan dalam mengatasi
kesukaran-kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di
institusi pendidikan (Winkel, 1991).
Relevan dengan makna diatas , Surya (1988) menyatakan bahwa bimbingan
belajar Tujaun bimbingan belajar merupakan jenis bimbingan yang membantu para
siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan. Berdasarkan pengertian diatas, bimbingan
belajar bisa bermakna bantuan yang diberikan oleh pembimbing kepada siswa dalam
menghadapi dan memecahkan masalah pendidikan (dalam arti luas) dan masalah
belajar (dalam arti sempit)
D. Tujuan
bimbingan belajar
Secara
umum oleh karena siswa merupakan individu yang sedang dalam proses
perkembangan, maka tujuan bimbingan belajar adalah membantu individu (siswa)
agar mencapai perkembangan yang; sehingga tidak menghambat perkembangan belajar
siswa. Siswa yang perkembangannya terhambat atau terganggu akan berpengaruh
terhadap perkembangan atau kemempuan belajarnya.
Selain
tujuan secara umum diatas, secara lebih khusus berdasarkan pengertian diatas
dapat diketahui bahwa tujuan bimbingan belajar adalah agar siswa mampu
menghadapi dan memecahkan masalah-masalah belajar. Dalah konteks kemandirian,
tujuan bimbingan belajar adalah agar siswa mandiri dalam belajar.
E. Bentuk-bentuk
layanan bimbingan dan konseling
Beberapa bentuk layanan bimbingan belajar yang bisa diberikan kepada para
siswa di sekolah dan madrasah adalah :
1.
Orientasi kepada para siswa
(khususnya siswa baru) tentang tujuan institusional (tujuan sekolah dan
madrasah), isi kurikulum pembelajaran, struktur organisasi sekolah (madrasah),
cara-cara belajar yang tepat, penyesuaian diri dengan corak pendidikan di
sekolah atau madrasah.
2.
Penyadaran kembali secara
berkala tentang cara belajar yang tepat selama mengikuti pelajaran di sekolah
dan madrasah maupun di rumah baik secara individual maupun kelompok.
3.
Bantuan dalam memilih
jurusan atau program studi yang sesuai, memilih kegiatan-kegiatan nonakademik
yang menunjang usaha belajar dan memilih program studi lanjutan untuk tingkat
pendidikan yang lebih tinggi. Bantuan ini mencakup penyebaran informasi
(layanan informasi) tentang program studi yang tersedia pada jenjang pendidikan
tertentu.
4.
Pengumpulan data siswa
(layanan pengumpulan data) yang berkenaan dengan kemampuan intelektual, bakat
khusus, arah minat, cita-cita hidup, dan program-program studi atau jurusan
tertentu.
5.
Bantuan dalam menghadapi
kesulitan-kesulitan belajar seperti kurang mampu menyusun dan mentaati jadwal
belajar dirumah, kurang siap menghadapi ujian atau ulangan, kurang dapat
berkonsentrasi, kurang menguasai belajar di berbagai mata pelajaran, menghadapi
keadaan di rumah yang mempersuit cara belajar secara rutin.
6.
Bantuan dalam hal membentuk
kelompok-kelompok belajar dan mengatur kegiatan-kegiatan belajar kelompok
supaya berjalan efektif dan efisien.
F. Pokok-pokok Bidang Bimbingan Belajarakan
1.
Pemantapan
sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efisien serta produktif, baik
dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar, bersikap terhadap guru
dan narasumber lainnya, mengembangkan keterampilan belajar, mengerjakan
tugas-tugas pelajaran dan menjalani program penilaian hasil belajar.
2.
Pengembangan
dan pemantapan displin belajar dan berlatih, baik secara mandiri maupun
berkelompok.
3.
Pemantapan
penguasaan materi program belajar di sekolah menengah umum sesuai dengan
perkembangan ilmu, teknologi dan kesenian.
4.
Pemantapan
pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik,sosial dan budaya yang ada di
sekolah,lingkungan sekitar dan masyarakat untuk pengembangan pengetahuan dan
kemampuan serta pengembangan pribadi.
5.
Orientasi
dan informasi tentang pendidikan yang lebih tinggi, pendidikan tambahan.
G.
Materi
–materi dalam layanan-layanan bimbingan dan konseling belajar
1.
Layanan Orientasi
1.
Pelaksanaan
kegiatan belajar-mengajar,jadwal,pelajaran,guru-guru setiap mata pelajaran
2.
Lingkungan
dan fasilitas sekolah yang menunjang kegiatan dan belajar seperti ruang kelas,workshop,laboraturium,perpustakaan,ruangan
diskusi,ruang BK dan sebagainya.
3.
Suasana
belajar di sekolah pada umumnya yang perlu dikembangkan
4.
Kegiatan
belajar yang dituntut dari siswa
5.
Adanya
pelayanan bimbingan belajar bagi para siswa
2.
Layanan Informasi
1.
Tugas-tugas
perkembangan masa remaja berkenaan dengan pengembangan diri,keterampilan,ilmu
pengetahuan,teknologi dan kesenian.
2.
Perlunya
pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik,aktif dan terprogram,baik
belajar mandiri maupun kelompok.
3.
Cara
belajar diperpustakaan,meringkas buku,membuat catatan dan mengulang pelajaran
4.
Kemungkinan
timbulnya berbagai masalah belajar dan upaya pengetasannya
5.
Pengajaran
perbaikan dan pengayaan
3.
Layanan Penempatan dan Penyaluran
Meliputi kegiatan penempatan dan penyaluran siswa pada:
1.
Kelompok
belajar berdasarkan kemampuan siswa ( misalnya kelompok cepat,sedang dan
lambat)
2.
Kelompok
belajar “campuran”
3.
Kelompok
belajar tambahan yang didasarkan pada minat terhadap mata pelajaran sebagai
penunjang bakat,minat dan cita-cita.
4.
Program
pengajaran perbaikan
5.
Program
pengayaan
6.
Kelompok
penelitian ilmiah remaja.
4.
Layanan Pembelajaran
Meliputi kegiatan pengembangan motivasi,sikap dan kebiasaan
belajar yang baik,keterampilan belajar,program pengajaran perbaikan dan program
pengayaan.
5.
Layanan konseling perorangan
Meliputi kegiatan penyelengaraan konseling perorangan yang
membahas dan mengentaskan masalah-masalah belajar siswa: motivasi dan tujuan
belajar dan latihan,sikap dan kebiasaan belajar,kegiatan dan disiplin belajar
serta berlatih secara efektif,efisien dan produktif.
6.
Layanan Bimbingan
Kelompok
Meliputi kegiatan penyelenggaraan bimbingan kelompok yang
membahas aspek-aspek kegiatan belajar siswa yang menyangkut: motivasi dan
tujuan belajar dan latiha,sikap dan kebiasaan belajar dan lain-lain.
7.
Layanan Konseling Kelompok
Meliputi kegiatan penyelenggaraan konseling kelompok yang
membahas dan mengentaskan masalah belajar siswa yang menyangkut: motivasi dan
tujuan dan latihan dan sikap dan kebiasaan belajar,dll.
H. Media yang digunakan
LCD,Buku-buku,poster,Alat Tulis Menulis,laptop.gambar dalam
bentuk slide dan bahan slide power point berubahan bahan materi belajar.
I. Cara Pelaksananan
Dalam hal ini dari sekian pokok-pokok bidang bimbingan
belajar ini kami mengambil pokok-pokok bimbingan belajar yaitu “Pemantapan
sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efisien serta produktif,baik dalam
mencari informasi dari berbagai sumber belajar,bersikap terhadap guru dan nara
sumber lainnya,mengembangkan keterampilan belajar ,mengerjakan tugas-tugas
pelajaran dan menjalani program penilaian hasil belajar.
Pertama-tama untuk melakukan layanan kepada konseli,seorang
konselor harus melihat dulu dari berbagai aspek mengenai apa yang dialami
konseli dan perlu adanya identifikasi dulu terhadap konseli baikper orang,kelas
baik itu melalui konselor langsung maupun narasumber lainnya untuk mengetahui
masalah yang dialami oleh konseli. Dalam hal ini bisa dilkukaan dengan
mengumpulkan data konseli melalui wawancara, observasi, angket,dokumentasi dan
lain-lain, setelah data mengenai masalah telah didapat selanjutnya konselor
melakukan atau memberikan layanan informasi kepada konseli.
Konselor menentukan 1 ruangan kelas dimana ruangan itu
nantinya sebagai tempat pemberian informasi, setelah konselor mengidentifikasi
siswa yang bermasalah dengan metode yang diberikan konselor dan mendapatkan
beberapa siswa yang dianggap punya masalah dibidang belajar yang mengenai
pokok-pokok bimbingan belajar, selanjutnya setelah siswa telah ditentukan,siswa
tersebut yang akan mengisi ruangan tersebut untuk diberikan layanan.
Siswa telah memasuki ruangan konselorpun memberikan layanan
informasi dengan menggunakan media laptop, LCD dalam menyampaikan informasinya,
sebelum memaparkan materi yang akan disampaikan konselor membagikan selebaran
yang berisi materi cara Pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan
efisien serta produktif,baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber
belajar,bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya,mengembangkan
keterampilan belajar ,mengerjakan tugas-tugas pelajaran dan menjalani program
penilaian hasil belajar dan alat tulis menulis kepada konseli, selanjutnya
konselor memaparkan materi itu dengan meggunakan gambar-gambar, Materi dalam
bentuk slide guna untuk memperjelas materi yang telah diberikan.
J. Evaluasi
1.
Proses
: mengenai keefektifan pemberian informasi,ketertarikan konseli,penentuan
ruangan,jam pemberian layanan,dll.
2.
Hasil
: mengenai keberhasilan pemberian informasi dan melihat perubahan yang
terjadi pada konseli yang dulunya negatif sekarang postif dan jika itu tidak
berhasil maka perlu adanya rancangan kegiatan yang baru.
K. Lampiran-Lampiran
Materi
Langkah-langkah
belajar efektif adalah mengetahui
·
Diri
sendiri
·
Kemampuan
belajar anda
·
Proses
yang berhasil anda gunakan, dan dibutuhkan
·
Minat
dan pengetahuan atas mata pelajaran anda inginkan
Anda mungkin belajar fisika dengan mudah tetapi tidak bisa
belajar tenis, atau sebaliknya. Belajar apapun, adalah proces untuk mencapai
tahap-tahap tertentu.
Empat langkah untuk belajar. Mulai dengan cetak halaman ini
dan jawab pertanyan-pertanyaannya. Lalu rencanakan strategi anda dari
jawaban-jawabanmu, dan dengan “Pedoman Belajar” yang lain.
|
Mulai
dengan masa lalu
|
Apakah pengalaman anda tentang
cara belajar? Apakah anda
What
was your experience about how you learn? Did you
Apa
kebiasaan belajar anda? Bagaimana tersusunnya? Yang mana terbaik? terburuk?
Bagaimana
anda berkomunikasi dengan apa yang anda ketahui belajar paling baik? Melalui
ujian tertulis, naskah, atau wawancara?
|
|
Teruskanke
masa sekarang
|
Berminatkah anda?
Berapa banyak waktu saya ingin
gunakan untuk belajar?
Apa yang bersaing dengan perhatian
saya?
Apakah keadaannya benar untuk
meraih sukses?
Apa yang bisa saya kontrol, dan
apa yang di luar kontrol saya?
Bisakah saya merubah kondisi ini
menjadi sukses?
Apa yang mempengaruhi pembaktian
anda terhadap pelajaran ini?
Apakah saya punya rencana?
Apakah rencanaku mempertimbangkan
pengalaman dan gaya belajar anda?
|
|
Pertimbangkan
proses,
persoalan
utama
|
Apa judulnya?
Apa kunci kata yang menyolok?
Apakah saya mengerti?
Apakah yang telah saya ketahui?
Apakah saya mengetahui pelajaran
sejenis lainnya?
Sumber-sumber dan informasi yang
mana bisa membantu saya?
Apakah saya mengandalkan satu
sumber saja (contoh, buku)?
Apakah saya perlu mencari
sumber-sumber yang lain?
Sewaktu saya belajar, apakah saya
tanya diri sendiri jika saya mengerti?
Sebaiknya saya mempercepat atau memperlambat?
Jika saya tidak mengerti, apakah
saya tanya kenapa?
Apakah saya berhenti dan
meringkas?
Apakah saya berhenti dan bertanya
jika ini logis?
Apakah saya berhenti dan
mengevaluasi (setuju/tidak setuju)?
Apakah saya membutuhkan waktu untuk
berpikir dan kembali lagi?
Apakah saya perlu mendiskusi
dengan “pelajar-pelajar” lain untuk proces informasin lebih lanjut?
Apakah saya perlu mencari “para
ahli”, guruku atau pustakawan atau ahliawan?
|
|
Buat
review |
Apakah kerjaan saya benar?
Apakah bisa saya kerjakan lebih
baik?
Apakah rencana saya serupa dengan
“diri sendiri”?
Apakah saya memilih kondisi yang
benar?
Apakah saya meneruskannya; apakah
saya disipline pada diri sendiri?
Apakah anda sukses?
Apakah anda merayakan kesuksesan
anda?
|
Usaha
mengatasi anak yang bermasalah dalam belajar
Secara
sistematis, langkah-langkah yang perlu diambil dalam usaha mengatasi anak
bermasalah adalah :
1)
Memanggil
dan menerima anak yang bermasalah dengan penuh kasih saying
2)
Dengan
wawancara yang dialogis diusahakan dapat ditemukan sebab-sebab utama yang
menimbulkan masalah.
3)
Memahami
keberadaan anak dengan sedalam-dalamnya
4)
Menunjukkan
cara penyelasaian masalah yang tepat untuk di renungkan oleh anak kemudian
untuk dikerjakannya.
5)
Menemukan
segi-segi kelebihan anak agar kelebihan itu diaktualisisr guru megatasi
kekurangannya
6)
Menanamkan
nilai-nilai spritual yang benar.
DAFTAR
PUSTAKA
Prayitno.1999.
Pelayanan Bimbingan dan Konseling (Sekolah Menengah Umum). Jakarta: Depatemen
Pendidikan dan Kebudayaan
http://bukunnq.wordpress.com/makalah-media-bk-bidang-bimbingan-belajar/.
(diakses tanggal 13-3-2013)
Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah
(Berbasis Integrasi). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Hallen A. 2005. Bimbingan dan Konseling. Jakarta:
Quantum Teaching
sangat membantu sekali artikelnya terima kasih banyak
BalasHapusModul Bimbel
Modul Bimbel
Modul Bimbingan Belajar
Modul Bimbel
The Casino at Penn National Race Course (MCP)
BalasHapusLocated adjacent to the popular Penn National Race Course in New York City, 김천 출장마사지 The Casino at 밀양 출장마사지 Penn National 시흥 출장샵 Race Course (MCP) 보령 출장샵 has a total of 안성 출장샵 4500 slots