Minggu, 07 April 2013

POLA 4 BIMBINGAN BELAJAR (MK BIMBINGAN KONSELING)


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Bidang Bimbingan Belajar
Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.
B.     Aspek-aspek Bimbingan Belajar
Beberapa aspek masalah belajar yang memerlukan layanan bimbingan belajar atau bimbingan akademik (academic guidance) adalah : (a) kemampuan belajar yang rendah. (b) motivasi belajar yang rendah, (c) minat belajar yang rendah, (d) tidak berbakat pada mata pelajaran tertentu, (e) kesulitan berkonsentrasi dalam belajar, (f) sikap belajar yang tidak belajar, (g) perilaku mal adaptif dalam belajar seperti mengganggu teman ketika belajar, (h) prestasi belajar yang rendah, (i) penyaluran kelompok belajar dan kegiatan belajar siswa lainnya, (j) pemilihan dan penyaluran jurusan, (k) pemilihan pendidikan lanjutan, (l) gagal tujuan, (m) tidak naik kelas, (n) tidak lulus ujian, ddan lain sebagainya.
Menurut Surya (1988) beberapa aspek masalah individu (siswa) yang memerlukan layanan bimbingan belajar (bimbingan pendidikan) adalah : (a) pengenalan kurikulum, (b) pemilihan jurusan, (c) cara belajar yang tepat, (d) perencanaan pendidikan, dan lain sebagainya.
C.    Makna Bimbingan Belajar
Bimbingan belajar atau bimbingan akademik adalah suatu bantuan dari pembimbing kepada individu (siswa) dalam hal menemukan cara belajar yang tepat, dalam memilih program studi yang sesuai, dan dalam mengatasi kesukaran-kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di institusi pendidikan (Winkel, 1991).
Relevan dengan makna diatas , Surya (1988) menyatakan bahwa bimbingan belajar Tujaun bimbingan belajar merupakan jenis bimbingan yang membantu para siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan.  Berdasarkan pengertian diatas, bimbingan belajar bisa bermakna bantuan yang diberikan oleh pembimbing kepada siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah pendidikan (dalam arti luas) dan masalah belajar (dalam arti sempit)


D.    Tujuan bimbingan belajar

Secara umum oleh karena siswa merupakan individu yang sedang dalam proses perkembangan, maka tujuan bimbingan belajar adalah membantu individu (siswa) agar mencapai perkembangan yang; sehingga tidak menghambat perkembangan belajar siswa. Siswa yang perkembangannya terhambat atau terganggu akan berpengaruh terhadap perkembangan atau kemempuan belajarnya.

Selain tujuan secara umum diatas, secara lebih khusus berdasarkan pengertian diatas dapat diketahui bahwa tujuan bimbingan belajar adalah agar siswa mampu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah belajar. Dalah konteks kemandirian, tujuan bimbingan belajar adalah agar siswa mandiri dalam belajar.

E.  Bentuk-bentuk layanan bimbingan dan konseling
Beberapa bentuk layanan bimbingan belajar yang bisa diberikan kepada para siswa di sekolah dan madrasah adalah :
1.   Orientasi kepada para siswa (khususnya siswa baru) tentang tujuan institusional (tujuan sekolah dan madrasah), isi kurikulum pembelajaran, struktur organisasi sekolah (madrasah), cara-cara belajar yang tepat, penyesuaian diri dengan corak pendidikan di sekolah atau madrasah.
2.   Penyadaran kembali secara berkala tentang cara belajar yang tepat selama mengikuti pelajaran di sekolah dan madrasah maupun di rumah baik secara individual maupun  kelompok.
3.   Bantuan dalam memilih jurusan atau program studi yang sesuai, memilih kegiatan-kegiatan nonakademik yang menunjang usaha belajar dan memilih program studi lanjutan untuk tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Bantuan ini mencakup penyebaran informasi (layanan informasi) tentang program studi yang tersedia pada jenjang pendidikan tertentu.
4.   Pengumpulan data siswa (layanan pengumpulan data) yang berkenaan dengan kemampuan intelektual, bakat khusus, arah minat, cita-cita hidup, dan program-program studi atau jurusan tertentu.
5.   Bantuan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan belajar seperti kurang mampu menyusun dan mentaati jadwal belajar dirumah, kurang siap menghadapi ujian atau ulangan, kurang dapat berkonsentrasi, kurang menguasai belajar di berbagai mata pelajaran, menghadapi keadaan di rumah yang mempersuit cara belajar secara rutin.
6.   Bantuan dalam hal membentuk kelompok-kelompok belajar dan mengatur kegiatan-kegiatan belajar kelompok supaya berjalan efektif dan efisien.   

F.     Pokok-pokok Bidang Bimbingan Belajarakan  

1.      Pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efisien serta produktif, baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar, bersikap terhadap guru dan narasumber lainnya, mengembangkan keterampilan belajar, mengerjakan tugas-tugas pelajaran dan menjalani program penilaian hasil belajar.
2.      Pengembangan dan pemantapan displin belajar dan berlatih, baik secara mandiri maupun berkelompok.
3.      Pemantapan penguasaan materi program belajar di sekolah menengah umum sesuai dengan perkembangan ilmu, teknologi dan kesenian.
4.      Pemantapan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik,sosial dan budaya yang ada di sekolah,lingkungan sekitar dan masyarakat untuk pengembangan pengetahuan dan kemampuan serta pengembangan pribadi.
5.      Orientasi dan informasi tentang pendidikan yang lebih tinggi, pendidikan tambahan.

G.    Materi –materi dalam layanan-layanan bimbingan dan konseling belajar

1.      Layanan Orientasi

1.      Pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar,jadwal,pelajaran,guru-guru setiap mata pelajaran
2.      Lingkungan dan fasilitas sekolah yang menunjang kegiatan dan belajar seperti ruang kelas,workshop,laboraturium,perpustakaan,ruangan  diskusi,ruang BK dan sebagainya.
3.      Suasana belajar di sekolah pada umumnya yang perlu dikembangkan
4.      Kegiatan belajar yang dituntut dari siswa
5.      Adanya pelayanan bimbingan belajar bagi para siswa

2.      Layanan Informasi

1.      Tugas-tugas perkembangan masa remaja berkenaan dengan pengembangan diri,keterampilan,ilmu pengetahuan,teknologi dan kesenian.
2.      Perlunya pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik,aktif dan terprogram,baik belajar mandiri maupun kelompok.
3.      Cara belajar diperpustakaan,meringkas buku,membuat catatan dan mengulang pelajaran
4.      Kemungkinan timbulnya berbagai masalah belajar dan upaya pengetasannya
5.      Pengajaran perbaikan dan pengayaan

3.      Layanan Penempatan dan Penyaluran
Meliputi kegiatan penempatan dan penyaluran siswa pada:
1.      Kelompok belajar berdasarkan kemampuan siswa ( misalnya kelompok cepat,sedang dan lambat)
2.      Kelompok belajar “campuran”
3.      Kelompok belajar tambahan yang didasarkan pada minat terhadap mata pelajaran sebagai penunjang bakat,minat dan cita-cita.
4.      Program pengajaran perbaikan
5.      Program pengayaan
6.      Kelompok penelitian ilmiah remaja.

4.      Layanan Pembelajaran
Meliputi kegiatan pengembangan motivasi,sikap dan kebiasaan belajar yang baik,keterampilan belajar,program pengajaran perbaikan dan program pengayaan.
5.      Layanan konseling perorangan
Meliputi kegiatan penyelengaraan konseling perorangan yang membahas dan mengentaskan masalah-masalah belajar siswa: motivasi dan tujuan belajar dan latihan,sikap dan kebiasaan belajar,kegiatan dan disiplin belajar serta berlatih secara efektif,efisien dan produktif.
6.       Layanan Bimbingan Kelompok
Meliputi kegiatan penyelenggaraan bimbingan kelompok yang membahas aspek-aspek kegiatan belajar siswa yang menyangkut: motivasi dan tujuan belajar dan latiha,sikap dan kebiasaan belajar dan lain-lain.
7.      Layanan Konseling Kelompok
Meliputi kegiatan penyelenggaraan konseling kelompok yang membahas dan mengentaskan masalah belajar siswa yang menyangkut: motivasi dan tujuan dan latihan dan sikap dan kebiasaan belajar,dll.
H.    Media yang digunakan
LCD,Buku-buku,poster,Alat Tulis Menulis,laptop.gambar dalam bentuk slide dan bahan slide power point berubahan bahan materi belajar.
I.       Cara Pelaksananan
Dalam hal ini dari sekian pokok-pokok bidang bimbingan belajar ini kami mengambil pokok-pokok bimbingan belajar yaitu “Pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efisien serta produktif,baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar,bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya,mengembangkan keterampilan belajar ,mengerjakan tugas-tugas pelajaran dan menjalani program penilaian hasil belajar.
Pertama-tama untuk melakukan layanan kepada konseli,seorang konselor harus melihat dulu dari berbagai aspek mengenai apa yang dialami konseli dan perlu adanya identifikasi dulu terhadap konseli baikper orang,kelas baik itu melalui konselor langsung maupun narasumber lainnya untuk mengetahui masalah yang dialami oleh konseli. Dalam hal ini bisa dilkukaan dengan mengumpulkan data konseli melalui wawancara, observasi, angket,dokumentasi dan lain-lain, setelah data mengenai masalah telah didapat selanjutnya konselor melakukan atau memberikan layanan informasi kepada konseli.
Konselor menentukan 1 ruangan kelas dimana ruangan itu nantinya sebagai tempat pemberian informasi, setelah konselor mengidentifikasi siswa yang bermasalah dengan metode yang diberikan konselor dan mendapatkan beberapa siswa yang dianggap punya masalah dibidang belajar yang mengenai pokok-pokok bimbingan belajar, selanjutnya setelah siswa telah ditentukan,siswa tersebut yang akan mengisi ruangan tersebut untuk diberikan layanan.
Siswa telah memasuki ruangan konselorpun memberikan layanan informasi dengan menggunakan media laptop, LCD dalam menyampaikan informasinya, sebelum memaparkan materi yang akan disampaikan konselor membagikan selebaran yang berisi materi cara Pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efisien serta produktif,baik dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar,bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya,mengembangkan keterampilan belajar ,mengerjakan tugas-tugas pelajaran dan menjalani program penilaian hasil belajar dan alat tulis menulis kepada konseli, selanjutnya konselor memaparkan materi itu dengan meggunakan gambar-gambar, Materi dalam bentuk slide guna untuk memperjelas materi yang telah diberikan.
J.      Evaluasi

1.      Proses : mengenai keefektifan pemberian informasi,ketertarikan konseli,penentuan ruangan,jam pemberian layanan,dll.
2.      Hasil :  mengenai keberhasilan pemberian informasi dan melihat perubahan yang terjadi pada konseli yang dulunya negatif sekarang postif dan jika itu tidak berhasil maka perlu adanya rancangan kegiatan yang baru.

K.    Lampiran-Lampiran Materi
Langkah-langkah belajar efektif adalah mengetahui
·         Diri sendiri
·         Kemampuan belajar anda
·         Proses yang berhasil anda gunakan, dan dibutuhkan
·         Minat dan pengetahuan atas mata pelajaran anda inginkan
Anda mungkin belajar fisika dengan mudah tetapi tidak bisa belajar tenis, atau sebaliknya. Belajar apapun, adalah proces untuk mencapai tahap-tahap tertentu.
Empat langkah untuk belajar. Mulai dengan cetak halaman ini dan jawab pertanyan-pertanyaannya. Lalu rencanakan strategi anda dari jawaban-jawabanmu, dan dengan “Pedoman Belajar” yang lain.
Mulai dengan masa lalu
Apakah pengalaman anda tentang cara belajar? Apakah anda
What was your experience about how you learn? Did you
  • senang membaca? memecahkan masalah? menghafalkan? bercerita? menterjemah? berpidato?
  • mengetahui cara menringkas?
  • tanya dirimu sendiri tentang apa yang kamu pelajari?
  • meninjau kembali?
  • punya akses ke informasi dari banyak sumber?
  • menyukai ketenangan atau kelompok belajar?
  • memerlukan beberapa waktu belajar singkat atau satu yang panjang?
Apa kebiasaan belajar anda? Bagaimana tersusunnya? Yang mana terbaik? terburuk?
Bagaimana anda berkomunikasi dengan apa yang anda ketahui belajar paling baik? Melalui ujian tertulis, naskah, atau wawancara?
Teruskanke masa sekarang
Berminatkah anda?
Berapa banyak waktu saya ingin gunakan untuk belajar?
Apa yang bersaing dengan perhatian saya?
Apakah keadaannya benar untuk meraih sukses?
Apa yang bisa saya kontrol, dan apa yang di luar kontrol saya?
Bisakah saya merubah kondisi ini menjadi sukses?
Apa yang mempengaruhi pembaktian anda terhadap pelajaran ini?
Apakah saya punya rencana?
Apakah rencanaku mempertimbangkan pengalaman dan gaya belajar anda?
Pertimbangkan
proses,
persoalan utama
Apa judulnya?
Apa kunci kata yang menyolok?
Apakah saya mengerti?
Apakah yang telah saya ketahui?
Apakah saya mengetahui pelajaran sejenis lainnya?
Sumber-sumber dan informasi yang mana bisa membantu saya?
Apakah saya mengandalkan satu sumber saja (contoh, buku)?
Apakah saya perlu mencari sumber-sumber yang lain?
Sewaktu saya belajar, apakah saya tanya diri sendiri jika saya mengerti?
Sebaiknya saya mempercepat atau memperlambat?
Jika saya tidak mengerti, apakah saya tanya kenapa?
Apakah saya berhenti dan meringkas?
Apakah saya berhenti dan bertanya jika ini logis?
Apakah saya berhenti dan mengevaluasi (setuju/tidak setuju)?
Apakah saya membutuhkan waktu untuk berpikir dan kembali lagi?
Apakah saya perlu mendiskusi dengan “pelajar-pelajar” lain untuk proces informasin lebih lanjut?
Apakah saya perlu mencari “para ahli”, guruku atau pustakawan atau ahliawan?
Buat
review
Apakah kerjaan saya benar?
Apakah bisa saya kerjakan lebih baik?
Apakah rencana saya serupa dengan “diri sendiri”?
Apakah saya memilih kondisi yang benar?
Apakah saya meneruskannya; apakah saya disipline pada diri sendiri?
Apakah anda sukses?
Apakah anda merayakan kesuksesan anda?

Usaha mengatasi anak yang bermasalah dalam belajar
Secara sistematis, langkah-langkah yang perlu diambil dalam usaha mengatasi anak bermasalah adalah :
1)      Memanggil dan menerima anak yang bermasalah dengan penuh kasih saying
2)      Dengan wawancara yang dialogis diusahakan dapat ditemukan sebab-sebab utama yang menimbulkan masalah.
3)      Memahami keberadaan anak dengan sedalam-dalamnya
4)      Menunjukkan cara penyelasaian masalah yang tepat untuk di renungkan oleh anak kemudian untuk dikerjakannya.
5)      Menemukan segi-segi kelebihan anak agar kelebihan itu diaktualisisr guru megatasi kekurangannya
6)      Menanamkan nilai-nilai spritual yang benar.













DAFTAR PUSTAKA

Prayitno.1999. Pelayanan Bimbingan dan Konseling (Sekolah Menengah Umum). Jakarta: Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan
Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Hallen A. 2005. Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Quantum Teaching

2 komentar:

  1. The Casino at Penn National Race Course (MCP)
    Located adjacent to the popular Penn National Race Course in New York City, 김천 출장마사지 The Casino at 밀양 출장마사지 Penn National 시흥 출장샵 Race Course (MCP) 보령 출장샵 has a total of 안성 출장샵 4500 slots

    BalasHapus